Fashion memang tidak pernah mati. Awal mula fashion sendiri juga belum bisa diprediksi. Bahkan, berdasarkan buku berjudul "A History of Fashion and Custome: The Ancient World" karya Jane Bingham, sekitar 5000 SM, masyarakat Mesir kuno telah mengenal fashion dalam kehidupan mereka. Pada saat itu, mereka menggunakan baju yang terbuat dari Linen karena iklim di Afrika Utara yang panas. Rakyat biasa menggunakan baju sederhana yang terbuat dari kain yang kasar, sementara, para bangsawan menggunakan linen yang putih dan semi transparan. Gaya berpakaian antara pria dan wanita juga berbeda pada masa itu. Perempuan menggunakan baju yang sederhana dan panjang sampai mata kaki. Sedangkan, pria menggunakan kilt (semacam rok yang terbuat dari linen dan diselipkan di pinggang). Kilt biasanya hanya sepanjang lutut atau bisa juga sampai mata kaki. Pada musim dingin, pria dan wanita sama-sama menggunakan jubah yang terbuat dari linen yang tebal.
Meskipun pakaian mereka tampak sederhana, namun mereka menambahkan manik-manik dan bulu-bulu sebagai hiasan. Masyarakat Mesir kuno terbiasa bertelanjang kaki kemanapun mereka pergi, meski ada pula sebagian dari mereka yang memakai sandal. Sandal yang mereka gunakan terbuat dari kulit yang dihias. Namun, kebanyakan rakyat biasa hanya menggunakan papyrus atau alang-alang atau rumput yang ditenun. Fir'aun pada masa itu menggunakan sandal yang terbuat dari emas. Selain itu, pria dan wanita pada Mesir kuno berusaha untuk selalu tampil bersih dan wangi, bahkan, mereka menggunakan kosmetik untuk mempercantik diri. Kosmetik yang mereka gunakan berasal dari mineral yang dicampur dengan minyak. Eyeliner hijau dan hitam terbuat dari malachite (bijih tembaga) dan galena (semacam timah), sementara oker merah digunakan sebagai lipstik dan blush on. Pada masa itu, eyeliner sangat diminati karena akan memunculkan keindahan pada mata dan juga membantu untuk melindungi dari sinar matahari. Mereka juga menggunakan Hena berwarna merah kecoklatan untuk mewarnai kuku tangan dan kaki. Selain itu, Hena juga digunakan untuk mewarnai rambut dan wig. Terlebih dari itu, masyarakat Mesir kuno juga memakai wangi-wangian yang terbuat dari minyak, lemon, dan parfum. Parfum terbuat dari bunga, rumput, dan buah-buahan yang direndam di dalam minyak atau lemak hewani. Mereka juga sangat memperhatikan rambut mereka. Orang-orang kaya, bahkan, mencukur rambut mereka dan memakai wig. Sementara masyarakat ekonomi menengah hanya menggunakan wig pada acara-acara khusus. Wig pada Mesir kuno terdiri dari banyak kepangan dan keriting, serta diberi ornamen berupa manik-manik dan perhiasan. Wig yang sangat baik terbuat dari rambut asli, sementara yang biasa terbuat dari wool hitam. Di sisi lain, anak-anak kecil mencukur rambut mereka hingga habis, kecuali satu sisi yang tampak seperti kuncir. Evi Ratna /evi_ratna Berbicara dengan pikiran dan hati, bukan latah atau doktrin Selengkapnya... IKUTI Share 0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/evi_ratna/trend-fashion-mesir-kuno_550ff9c3a33311b637ba7f19
